Ahad, 24 April 2011

Cerita Sebuah Pusara

kulewati sebuah pusara yang dua hari lalu dihuninya
bersama kaku berdiri dua nisan
masih lagi setia harum puspa kemboja
menhiasi pusara sepi tanpa suara kelu tanpa kata
segalanya mati..segalanya mati pada hati berduri

pusara itu miliknya sebuah pohon jiwa yang rapuh
miliknya dahan hati yang luluh
miliknya daun kehidupan yang luruh
pusara itu miliknya ayahku.....

penghuni pusara derita itu, hempasan ombak hidupnya begitu ganas
hingga meloloskan pegangan pada dahan pautan
gelora laut jiwanya begitu deras..deras sederas ombak mengejar lautan
hingga satu saat menampar benteng kekuatan
merobohkan harapan,tersungkur impian dijelapang kesesatan
lantas,lantas buntu akal kewarasan
jauh terbenam pertimbangan ditelan debu debu putih yang kononnya suci
lalu terdamparlah dikau dilorong yang sempit,jijik,hina

dan kalian semua yang mendengar coretan ini pasti mengerti
ombak badai dan lautan gelora itu adalah angin taufan seruannya sendiri
Ahh!!!kononya tak apa terhina apalagi dibuang saudara!!
"dadah itu pemusnah"!!kata itu pernah lahir dari alur lidahmu
namun mengapa kau muntahkan segala kata?
mengapa kau bakar pohon harapan,pohon pautan,pohon kehidupan?
untuk apa kau jadikan ia syurga tenteram sedang ia neraka segala jahanam?
membakar!!memusnahkan impian,meluluhkan harapan,terus jadi kelam
dan kau di situ untuk apa?kosong,,kaku,,berteleku..

aduh!!aduh!!jasad longlai itu batinnya tersiksa..merana
jiwanya parah dihakis Debu debu putih yang berbaur durjana
menggeletar tubuh kaku itu kedinginan
saat itu tiada lagi cahaya menyinari..
"dimana keluargaku??dimana isteriku??dimana anak-anakku??"kosong...
dihadapannya penuh onak duri
dibelakangnya semarak api sengsara menyala membakar diri
yang muncul di ruang matanya hanaylah liku-liku kematian
yang lahir dijiwanya hanyalah titik titik kekesalan
kekesalan???untuk apa kekesalan??

pada saat nafas ayahku terbawa pergi
dia juga punya derita untuk dikongsi
bukan dicaci bukan dimaki
dia juga punya harapan untuk diberi
walau sedar harapannya telah lama tersungkur,,gugur,,
"dadah itu pemusnah"!!!kata yang dulu dimuntahkannya kini ditelan kembali
namun sayang,,segalanya hampa,,segalanya sementara..

dan buat kalian yang hilang tujuan
nah!!!inilah jalan inilah pesan
carilah haluan binalah kebangkitan
benar..benar,,,,perlu ada yang terkorban
untuk kita mencari jalan
dan megutip lautan iktibar di persisiran penyesalan..