Selasa, 16 Oktober 2012

EPISOD - KEHIDUPAN SIAPA

(1) terlalu sedih dan sebak melayari bahtera kehidupanku. siapakah yang sudi meninjau pelayaranku yang keseorangan ini tanpa nakhoda?. aku belayar tanpa arah menuju destinasi kemana mana sahaja yang mungkin aku biarkan takdir saja menentukan arahnya.. apa dibenakku??apa dijiwaku??takut??sunyi?? biarlah,,, katakan wahai lautan yang kau mengerti apa dibenakku..katakan!! kau buta dan tuli sang laut,,, kau tak punya hati dan perasaan utk selami jiwaku yg gundah ini,, kau pula sang langit? apa yang kau lihat pada kehidupanku? nah!!ambillah kehidupanku jika kau mahu, dan kau rasakan sendiri seksanya aku belayar di lautan yang tiada siapa mahu mneghuninya... jeritan batinku langsung tidak menghapuskan takutku,, siapa yang dengari aku?? aku mnejadi terlalu sedih, aku mnejadi terlalu hina,, takut pada kehidupanku sendiri, apakah yang aku mahu dalam kehidupanku sedang aku menjadi kabur tidak betah melihat rencah dan warna kehidupanku sendiri apakah aku terlalu malang diciptakan didunia Ilahi yang penuh kesyahduan dan kesuciaan ini??
(2) angin,,aku mahu pulang,,, bawalah aku andai kau sudi menemaniku,, aku sudah terlalu tua disini aku sudah terlalu lesu belayar tanpa arah, angin,khabarkan pada sang awan supaya jangan menangis supaya aku tidak kebasahan sementara menunggu waktu untuk pulang mengertikah kau angin? aku ingin terbang pulang seperti sang rama-rama aku tidak lagi ingin disini,,tidak betah,,keseorangan,, tapi mungkinkah apa yang kuharapkan dan doakan bisa terkabul kerana sepanjang perjalanan bahteraku tiada pernah harapanku diangkat, dijulang malahan mungkin tak didengari kuharapkan hujan, panas membakari,, kuharapkan cahaya, hujan pula membasahi. kenapa??kenapa kehidupanku tidak pernah seperti yang aku mahu? sampai saat aku hilang,,aku hilang kebergantungan,,hilang harapan..hilang segala,, punah kehidupanku,,hancur lebur bait bait kekuatan yang pernah aku ciptakan dulu,, siapakah yang membawa aku di tengah lautan yang sunyi ini? siapakah yang mencampakkan aku jauhd ari sudut kehidupan sebenar? SIAPA?? andainya ini sebenarnya adalah satu dugaan yang perlu aku tempuhi sebelum tiba ke dunia yg penuh bahagia, menagapa sudah berkurun aku tidak dibawa pulang?? untuk apa aku di sini??kosong,,kaku,,berteleku,,
(3) mungkin jua kau ingin lihat aku mati ditengah lautan tanpa dinisankan, tanpa bertanda,,mati tanpa kenangan,, aku tidak ingin begitu,, aku ingin hidup dan mati seperti yg aku impikan aku ingin hidup di tengah dunia yang penuh warna warni dan aku ingin mati dalma cahaya!! bukan ditengah lautan yang tak punya apa-apa aku ingin bernafas dalam kasih sayangMU aku ingin tidur dalam ketenanganMU bawalah aku,,pandanglaha aku,, berikan aku sedikit ruang agar aku tahu kewujudanku tidak sia-sia agar aku tahu diriku dihargai jangan biar aku satu saat terus jatuh dan terkulai tidak mmapu lagi melihatMU aku tidak ingin begitu,, tapi aku juga manusia yang lemah,,aku punyai kekuatan itu andai kau yang berikan,, janganlah kau terus meminggirkan aku tanpa belas kasihan jangan lagi lau campakkan aku ditengah lautan yang tak punya apa-apa tak punya siapa untuk membantuku aku tidak ingin lagi di sini andai ini adalah suratan kehidupanku,kau khabarkanlah padaku agar aku tidak hilang dari pandanganMU agar aku bisa tersenyum dan tabah dengan kehidupanku sendiri biarpun sebenarnya aku kesakitan..
 (4) agar aku bisa tau di tengah lautan yang bergelora itu kau ada menemaniku memberi aku arha untuk kejalanmu bukan arah yang akhirnya membawa aku kesesatan aku tidak ingin terlalu sedih,, tapi aku jua tidak ingin smapai tak mengenal kesedihan dan kesengsaraan aku ingin rasai segala-galanya agar aku bisa berdirir tanpa kaki biar aku berdiri dengan semangat dengan kekuatan andaianya kau sudi berikan,, dan andainya kau tidak membawa kau pulang dari bahtera ini mungkin kau layarkan aku ke destinasiMU dan aku dalma perjalanan,, sabarlah menanti,, dan andainya arah yang aku tuju ini bukan padaMU munbkin inilah kehidupanku yang ditakdirkan hidup untuk gagal dan malang mati tanpa belas kasihan mati tanpa kenangan pada kehidupan,,tanpa apa-apa!! dan biarkanlah aku terus ternggelam dalam lautan yang penuh rahsia dan tanda tanya kerana aku manusia,,bisa jatuh,,bisa lemah,, tak bisa hidup tanpa cahaya dan pegangan untuk bertaut andai itu tiada,,sampai penghujung kehidupan pu aku terus kebingunan tanpa arah jadi,,pandanglah aku walau utk sesaat, letakkan aku dibawah payungan cahaya telapak tanganmu agar aku bisa merasa kesahihan pengawalan kehidupan dan pengakhiran kehidupan,, dan akhirnya,,biarlah aku meratapi nasibku sendiri dalam meniti bahtera kehidupanku,, biarlah aku terus begini andainya ini adalah suratan aku bukanlah sanggup menanti fajar datang mahupun menunggu mendung datang berarak sementara menunggu aku kebasahan di bawah terik,,

Jumaat, 15 Jun 2012

perempuan tua dan kain putih

sehelai benang putih,
seorang perempuan tua,

 berbekal kesabaran ,
 sehelai benang putih dijadikan sehelai kain,,
 oleh seorang perempuan tua,,
yang cekal hatinya yang kukuh jiwanya,
 agar sehelai benang halus,
nanti menjadi tebal dan kukuh tidak mudah putus,

 bertahun tahun ia membentuk benang halus,
 agar nanti menjadi kain putih yang mulus.
 bukan untuk dijual,,
bukan untuk dipamerkan,
 tapi itu adalah tugas prempuan tua itu,

 tapi sayang,
bila mulai lengkap menjadi sepasang kain,
tiba masanya ia bertukar tangan,
 kini dimiliki oleh seorang lelaki,
 kain yang putih bersih kini milik lelaki itu,

namun sayang, kain itu dicarik carikkan,
kain itu hanyalah sekadar pengalas kaki,
 dan tidak lebih dari itu.

 perempuan tua itu sangat lebur jiwanya,
 kerana sangkanya kain itu akan dijadikan pakaian,
 pakaian yang menutupi segala kekurangan,
 bukanlah sebagai alas kaki cuma,
apalagi dicarik carikkan sebagai percuma!!

kasihan kota itu

lihatlah,,,
ada ribut melanda di kota sana
anginnya deras menyilukan rongga telinga
beserta desir desir
bersama pasir pasir
segalanya terbang,,semuanya melayang

kasihan kota itu,,
 ranap musnah meninggalkan debu,,

 kasihan kota itu,,
 lihatnya tidak seperti dulu
 kini terbentang lebar tiada tanda apa
kini ia jelapang kosong tanpa apa apa
 sunyi sepi ditelan ribut ribut yang bermula dari angin yang lembut
lembut selembut angin berpuput

 kasihan kota itu,,
 dulu ia megah berdiri di situ
segala isinya dibina dari konkrit dan batu
terbina seteguh dermaga dijadikan secantik kota istana
 ramailah orang melihatkannya
 ramailah tamu terpegun padanya

namun, tiadalah selamaya ia dibangga
kini, selamnaya ia lenyap bersama nama,,

kota yang dibina.. adalah jiwa yang bernama
kota yang runtuh.. adalah relung hati yang keluh,,,
kasihan kota itu,,
kasihan kota itu,,,