Jumaat, 15 Jun 2012

perempuan tua dan kain putih

sehelai benang putih,
seorang perempuan tua,

 berbekal kesabaran ,
 sehelai benang putih dijadikan sehelai kain,,
 oleh seorang perempuan tua,,
yang cekal hatinya yang kukuh jiwanya,
 agar sehelai benang halus,
nanti menjadi tebal dan kukuh tidak mudah putus,

 bertahun tahun ia membentuk benang halus,
 agar nanti menjadi kain putih yang mulus.
 bukan untuk dijual,,
bukan untuk dipamerkan,
 tapi itu adalah tugas prempuan tua itu,

 tapi sayang,
bila mulai lengkap menjadi sepasang kain,
tiba masanya ia bertukar tangan,
 kini dimiliki oleh seorang lelaki,
 kain yang putih bersih kini milik lelaki itu,

namun sayang, kain itu dicarik carikkan,
kain itu hanyalah sekadar pengalas kaki,
 dan tidak lebih dari itu.

 perempuan tua itu sangat lebur jiwanya,
 kerana sangkanya kain itu akan dijadikan pakaian,
 pakaian yang menutupi segala kekurangan,
 bukanlah sebagai alas kaki cuma,
apalagi dicarik carikkan sebagai percuma!!

kasihan kota itu

lihatlah,,,
ada ribut melanda di kota sana
anginnya deras menyilukan rongga telinga
beserta desir desir
bersama pasir pasir
segalanya terbang,,semuanya melayang

kasihan kota itu,,
 ranap musnah meninggalkan debu,,

 kasihan kota itu,,
 lihatnya tidak seperti dulu
 kini terbentang lebar tiada tanda apa
kini ia jelapang kosong tanpa apa apa
 sunyi sepi ditelan ribut ribut yang bermula dari angin yang lembut
lembut selembut angin berpuput

 kasihan kota itu,,
 dulu ia megah berdiri di situ
segala isinya dibina dari konkrit dan batu
terbina seteguh dermaga dijadikan secantik kota istana
 ramailah orang melihatkannya
 ramailah tamu terpegun padanya

namun, tiadalah selamaya ia dibangga
kini, selamnaya ia lenyap bersama nama,,

kota yang dibina.. adalah jiwa yang bernama
kota yang runtuh.. adalah relung hati yang keluh,,,
kasihan kota itu,,
kasihan kota itu,,,